Home > PTK > Penelitian : Analisis Pengembangan Kegiatan Anak membaca Cerita Bergambar di Kelompok Bermain Ananda

Penelitian : Analisis Pengembangan Kegiatan Anak membaca Cerita Bergambar di Kelompok Bermain Ananda

Waktu Pelaksanaan : 19 Oktober 2009
Tempat Penelitian : KB Ananda UPTD SKB Wonosobo

I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kelompok Bermain (KB) Ananda UPTD SKB Wonosobi merupakan salah satu Kelompok Bermain yang ada di kabupaten Wonosobo yang beralamat di Jl. Mayjen Bambang Sugeng Km. 1 Sidojoyo Wonosobo.

Keberadaan KB “ANANDA” sebagai salah satu layanan program PAUD jalur non formal yang dimiliki UPTD SKB Wonosobo. Dengan jumlah rata-rata murid 40 orang per tahun, terbagi menjadi 2 kelompok usia yaitu kelompok A : 2 – 3 tahun, kelompok B : 3,5 – 4 tahun. Waktu kegiatan belajar mengajar di masing-maisng kelompok telah disesuiakan dalam 1 (satu) minggu 3 kali pertemuan selama 2,5 jam. Letak geografis yang strategis membuat kelompok bermain Ananda menjadi salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang banyakj diminati oleh para orang tua. Ditambah lagi dengan lengkapnya sarana dan prasarana yang sudah sesuai dengan standart layanan PAUD jalur non formal.
Sebagai rambu-rambu dalam penyusunan kegiatan belajar hariannya menggunakan “Menu Generik” yang diterbitkan oleh Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, dengan menggunakan metode pembelajaran BCCT (Beyond Centers and Circles Times) lebih jauh tentang sentra dan saat lingkaran, yaitu metode pendekatan sentra yang berpusat pada minat dan bakat anak. Dimana dalam pembelajarannya anak sebagai subyek pendidik berlaku sebagai fasilitator, motivator dan evaluator. Salah satu kegiatan atau pembiasaan yang ada di KB “Ananda” adalah kegiatan anak membaca cerita bergambar sebagai alat menstimulasi kemampuan anak di dalam berpikir dan berpendidik secara demokratis sejak dini, dan tidak dibatasi oleh pemikiran – pemikiran orang dewasa.
Program S1 PG PAUD Universitas Terbuka menargetkan lulusannya menjadi tenaga pendidik PAUD professional yaitu yang dapat mengembangkan program PAUD dan membuat inovasi. Salah satu mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa adalah Analisis Pengembangan Anak Usia Dini. Dalam rangka memenuhi tugas-tugas dalam mata kuliah tersebut maka telah dilakukan penelitian di KB Ananda yang bertujuan mengumpulkan data mengenai kegiatan-kegiatan anak yang dianggap perlu diteliti lebih lanjut untuk selanjutnya dianalisis secara kritis.

2. Fokus Penelitian
Setelah diadakan observasi di salah satu ruang KB Ananda, maka penelitian ini terfokus pada salah satu kegiatan anak, yaitu kegiatan anak membaca cerita bergambar secara bergantian dipandu pendidik.

3. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan :
a. Mengumpulkan data mengenai :
1) Alasan pendidik melakukan kegiatan anak membaca cerita bergambar secara bergantian dan dipandu oleh pendidik
2) Melatih kemampuan membaca dan bercerita sedini mungkin guna mengembangkan kemampuan berbahasa anak
3) Agar anak dapat belajar aktif, kreatif dan melatih kemandirian anak untuk berfikir cerdas dan kritis
b. Membuat analisis kritis (critical analysis) mengenai membaca cerita bergambar

4. Manfaat Penelitian
Penelitian ini bermanfaat untuk :
a. Memberi masukan terhadap kegiatan membaca cerita bergambar di kelompok bermain Ananda
b. Melatih mahasiswa melakukan penelitian tindakan kelas
c. Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis suatu kegiatan anak di lembaga PAUD

II. Landasan Teori
1. Pengertian Membaca
Menurut Yuni Pratiwi dkk (2007 : 1 – 5) membaca adalah kegiatan berbahasa yang secara aktif menyerap informasi atau pesan yang disampaikan melalui media tulis, seperti buku, artikel, modul, surat kabar atau media tulis lainnya. Disebut aktif karena membaca bukan sekedar memahami lambang tulisan tapi juga membangun makna, memahami, menerima, menolak, membandingkan dan menyakini isi tulisan. Selanjutnya dalam kamus wikipedia (bahasa) membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan symbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah dua cara paling umum untuk mendapatkan informasi.
Dari usia tiga tahun sampai lima tahun, anak-anak menyukai buku cerita pendek dan sederhana atau buku-buku bertema , cerita bergambar tanpa teks. Banyak buku-buku yang diminati anak terutama buku-buku alphabet. Sekali lagi, perluasan pengalaman membaca buku dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan yang akan dapat menambah kosakata, memahami isi, memfokuskan perhatian pada saat bercerita dan membaca. Peternakan sapi adalah salah satu contoh cerita yang dapat meningkatkan partisipasi dan spontanitas anak dalam membaca sepanjang waktu. Saat anak-anak menikmati pengalaman membaca buku dan bercerita. Merupakan hal yang tidak biasa jika mereka berdandan menganggap diri mereka adalah guru yang membacakan cerita di depan kelas atau meminta cerita favorit mereka dibacakan kembali.

2. Pengertian Membaca
Bercerita menurut Winda Gunardi dkk (2008 : 5 – 3) adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menyampaikan suatu pesan, informasi atau sebuah dongeng belaka, yang bias dilakukan secara lisan dan tertulis. Cara penuturan cerita tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alat peraga atau tanpa alat peraga. Seorang anak yang berada pada rentang usia 3 – 4 tahun mulai menyukai tuturan cerita atau ia sendiri mulai senang untuk menuturkan sebuah cerita. Selanjutnya bercerita menurut NH Bambang Bimo Suryono (2008, Juli) adalah metode komunikasi universal yang sangat berpengaruh kepada jiwa manusia. Rangkaian peristiwa yang disampaikan baik berasal dari kegiatan nyata (non fiksi) ataupun tidak nyata (fiksi).
Adapun cerita yang akan disajikan untuk anak usia 3 – 4 tahun tentu saja sesuai dengan dunia kehidupan mereka. Isi cerita harus bersumber dari pengalaman sehari-hari yang mungkin dialaminya atau hal-hal sederhana yang mudah dicerna oleh tahapan berpikirnya.

3. Gambar
Yang dimaksud menggambar adalah menorehkan perasaan, mengungkapkan keinginan dan menceritakan pengalaman dengan mengguratkan coretan sampai membentuk gambar, ketrampilan menggambar juga melatih kemampuan kreatif anak, dan juga melatih keberanian serta percaya diri.

III. Metodologi Penelitian
1. Subyek Penelitian
Subyek penelitian ini adalah anak-anak kelompok bermain Ananda, pendidik dan pimpinan Kelompok Bermain Ananda UPTD SKB Wonosobo
2. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode interpretative yaitu menginterpretasikan data mengenai fenomena/gejala yang diteliti di lapangan.
3. Instrumen penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a. Observasi, yaitu untuk melihat fenomena kegiatan anak membaca cerita bergambar secara bergantian dipandu oleh pendidik
b. Wawancara, yaitu untuk menggali informasi lebih mendalam mengenai kegiatan anak membaca cerita bergambar
c. Dokumentasi, yaitu mengumpulkan bukti-bukti dan penjelasan yang lebih luas mengenai kegiatan anak membaca cerita bergambar.

Catatan secara umum :
Kegiatan anak-anak di dalam sentra seni yaitu : kemampuan anak membaca gambar seri sambil menceritakannya tergolong kegiatan yang unik karena sepanjang pengetahuan saya anak usia 3 – 4 tahun jarang sekali ada yang sudah bias memabaca gambar seri dna menceritakan isi gambar tersebut mengingat pada usia itu kemampuan berbahasa anak masih belum optimal. Apalagi gambar seri yang dibaca anak belum pernah dilihat dan didengar oleh anak sebelumnya disampaikan oleh pendidik. Justru dalam kegiatan ini dilatih untuk mempunyai keberanian menyampaikan ide atau gagasan mereka di depan pendidik dna teman-temannya. Pendidik juga membantu menstimulasi kemampuan berfikir kritis anak melalui pertanyaan – pertanyaan / jawaban yang disampaikan oleh teman-teman maupun pendidik agar anak memiliki pengayaan dalam mengelola kosa kata baru.

Dari hasil observasi, Andriarti memilih fenomena-fenomena yang berkaitan dengan kegiatan anak dalam sentra seni yaitu : Kemampuan anak membaca gambar seri dan menceritakannya,s ebagai upaya peningkatan kecerdasan berbahasa anak di kelompok bermain ‘Ananda” UPTD SKB Wonosobo

About these ads
Categories: PTK
  1. December 8, 2009 at 7:25 am | #1

    good

  2. November 22, 2010 at 7:44 am | #2

    Metode BCCT ini diperkenalkan oleh beberapa guru TK dan Paud. .Metode ini banyak digunakan para guru TK dan Paud yang sekolahnya memiliki keterbatasan financial. Metode seperti ini tentu bisa dicoba oleh siapa saja. Para guru menggunakan barang-barang bekas dalam membuat alat peraga pengajaran. Selain menghemat biaya, metode ini juga mengajarkan anak-anak untuk mencintai lingkungan dan alam sekitar, karena biasanya metode ini mengajak anak didik untuk lebih dekat dengan alam. Contoh dalam metode ini bisa ditemukan di:
    http://lagu2anak.blogspot.com/2010/11/penggunaan-metode-bcct-beyond-centers.html
    ,,.,

  3. mustaqimzulkifli
    January 7, 2013 at 5:54 pm | #3

    contoh ptk ini yg lengkap dmn ??

    • hadisetyo
      January 8, 2013 at 10:23 pm | #4

      He he namanya juga contoh….hanya sebagai rujukan, bisa dikembangkan sendiri di lapangan, hanya sebagai gambaran….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: